Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Sejarah SMU Kristen 1 & SMU Kristen 2 (BINSUS) Tomohon


   


Profil SMUKrDelTo   Profil
 
Sejarah Asrama   Sejarah
 
Sejarah Asrama   Asrama
 
Kepala Asrama   Pengumuman
 
Album Foto   Album Foto
 
Angkatan   Angkatan
 
Kisah Menarik   Kisah Menarik
 
Siswa Baru   Siswa Baru
 
Buku Tamu   Isi Buku Tamu
 
Buku Tamu   Lihat Buku Tamu
 


 
Box Pencarian
 
Anda Pengunjung ke: 2536
2536

 
YAYASAN PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN KRISTEN GMIM
SMU KRISTEN 2 (BINSUS) TOMOHON


SEJARAH SINGKAT
SMU KRISTEN 1 TOMOHON
dan
SMU KRISTEN 2 TOMOHON

 

 

Lembaga SMU Kristen 1 Tomohon didirikan pada tanggal 15 September 1951 yang pada mulanya berlokasi di Kaaten Tomohon, yang penyelenggaraannya oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPS-GMIM) dibawah Dinas Pendidikan dan Persekolahan GMIM (sekarang Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Kristen-YPPK). Nantinya, pada tahun 1959-1960, pada saat pecah Pergolakan Permesta di Minahasa - Sulawesi Utara, kegiatan belajar dan mengajar dipindahkan sementara ke Manado yaitu di Titiwungen (sekarang lokasi bekas sekolah darurat tersebut menjadi SMU Kristen El-Fatah Manado). Pada tahun 1961 setelah mengalami perubahan lokasi dari Kaaten ke Manado, maka SMA Kristen Tomohon berpindah lokasi ke tempat sekarang ini, yaitu di Kuranga (Talete II) Tomohon, di belakang kompleks Kantor Sinode GMIM. Oleh pemerintah, dalam hal ini PDK (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI) merestui SMA Kristen Tomohon dan SMA Kristen Manado (YPKM). Untuk SMA Kristen Tomohon (waktu itu masih berstatus swasta penuh), selaku Kepala Sekolah waktu itu adalah Dra. Fatma Langi (1961-1975).

        Sebelumnya, SMA Kristen Tomohon dipimpin oleh alm.Pdt.J.F. Parengkuan, S.Th. (1951-1960), kemudian Drs. Lengkong dengan lokasi kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di Kaaten Tomohon.

        Terhitung tanggal 1 Agustus 1965, statusnya berubah dari Swasta Penuh menjadi Swasta Bersubsidi dengan S.K. Menteri PDK RI No.4112/BS/B11, tertanggal 15 Desember 1966. Dengan adanya peningkatan status sekolah ini maka pemerintah mulai memberikan bantuan tenaga guru. 

        Dari masa ke masa, SMA Kristen Tomohon berkembang kapasitas muridnya. Sampai tahun 1995 saja tercatat ada 726 siswa dengan 17 kelas.

        Untuk dapat menampung siswa-siswa sekian banyak tersebut, maka diambil kebijaksanaan, yaitu: sebagian siswa dalam proses belajar mengajar (PBM) berlaku dari pagi sampai siang hari, sebagian lagi berlaku mulai siang hari sampai petang hari. Hal ini berjalan terus hingga tahun 1993.

        Pada tahun 1980, dengan adanya Sidang Raya XI DGI (sekarang PGI- Persekutuan Gereja di Indonesia) di Bukit Inspirasi Tomohon, maka GMIM dapat membangun 6 ruang belajar atas bantuan SR-DGI XI tersebut. Dan pada tahun 1981 orang tua siswa juga sudah dapat membangun gedung bertingkat dua, yang diperuntukkan bagi ruang kantor/Tata Usaha, ruang Kepala Sekolah, ruang BP/BK, ruang Perpustakaan, 2 ruang laboratorium IPA (Biologi/Fisika dan Kimia) serta 3 ruang belajar. Hal ini dapat terlaksana berkat usaha dan peran serta orang tua siswa, dermawan/donatur, lembaga terkait, termasuk juga perhatian pemerintah untuk lembaga pendidikan ini.

        Sejak 1976-1993, pimpinan SMA Kristen Tomohon dipercayakan kepada Bapak J.F.Liuw,B.A. Sebelumnya, beliau adalah tenaga pengajar SMA Kristen Tomohon sejak tahun 1962. Pada masa J.F.Liuw,B.A. ini, banyak usaha pengembangan lembaga ini, tahap demi tahap yang menunjukkan prestasi di Kabupaten Minahasa, se-Sulawesi utara, bahkan di tingkat Nasional.

        Dalam menjalankan purna karya Bapak J.F.Liuw,BA, maka pada tanggal 19 Maret 1993 Kepala Sekolah SMA Kristen Tomohon diserahterimakan dari bapak J.F.Liuw,BA kepada Bapak Drs. Bernhard Abednego Kainde. Bapak B.A.Kainde sudah menjadi tenaga pengajar di SMA Kristen Tomohon sejak tahun 1962 sebagai tenaga pengajar bidang studi Kimia.


        Untuk dapat menjadi sekolah teladan, melalui Surat Keputusan Sidang Badan Pekerja Sinode Lengkap (SBPSL) GMIM ke-71 di Tenga tanggal 30 Maret - 2 April 1993 tentang Program Umum dan ABP GMIM 1993-1994, Bab I butir c. nomor 6.1.1., SMA Kristen Tomohon dipercayakan dan dinilai dapat dijadikan SMA Kristen Model (kelas binaan khusus). Hal ini juga diungkapkan dalam upacara serah terima Kepala SMA Kristen Tomohon dari Bapak JF Liuw,BA kepada Bapak Drs.Bernhard A.Kainde.

        Dalam permulaan Tahun Ajaran 1993-1994 oleh YPPK-GMIM, memberikan gedung bekas SMKK Kristen Tomohon yang terletak di samping barat lokasi SMA Kristen Tomohon, sehingga mulai tahun ajaran yang baru tersebut, kegiatan belajar dan mengajar seluruhnya diberlakukan mulai pagi sampai siang hari (yaitu dengan cara menghapus kelas sore).


        Pada tanggal 2 Mei 1994, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI saat itu, yaitu Prof.Dr.Ing.Wardiman Djojonegoro, mencanangkan "Program Wajib Belajar 9 Tahun", dengan perubahan antara lain nama SMP (Sekolah Menengah Pertama) diganti SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas) diganti menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum). Dengan demikian SMA Kristen 1 Tomohon berubah nama menjadi SMU Kristen 1 Tomohon serta Sistem Kredit Semester (SKS) dicabut karena sudah tidak efektif lagi dan diganti menjadi sistem Catur Wulan (CAWU) - empat bulanan.

        Untuk menengembangkan sarana olah raga, maka tahun 1993 dibangun lapangan bola basket di halaman sekolah selama satu setengah tahun dan menelan biaya sebesar Rp.10.000.000. usaha ini dikerjakan dengan perataan lapangan sekolah dengan buldozer dan dilanjutkan dengan usaha kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang dikoordinasi oleh almarhum Drs.J.A.Palit. Usaha untuk mengumpulkan dana untuk pembangunan lapangan basket ini dengan mengedarkan kupon berhadiah kepada seluruh keluarga besar SMA Kristen 1 Tomohon.

        Selain itu pula dibangun Gedung Serba Guna sejak tahun 1994 selama 2,5 tahun, berukuran 30x18 meter dengan masa penggunaan ditargetkan sekitar 50 tahun. Usaha pembangunan GSG ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar 40 juta rupiah. Manfaat dari GSG yang terletak di samping barat halaman sekolah dan menghimpit SMEA/SMK Kristen Tomohon ini, antara lain sebagi tempat seminar/loka karya, perteuan, rapat-rapat, gedung bengkel kerja untuk melengkapi kebutuhan demi kelancaran proses belajar dan mengajar. Gedung ini ditutup oleh atap khusus, dan dirancang dengan disain arsitektur yang indah dan unik, serta lantainya terbuat dari balok kayu yang memiliki 'kolong' di bawahnya. Gedung ini nantinya selesai sama sekali pada tahun 1997. Dan direncanakan untuk diresmikan oleh Bupati KDH Minahasa, alm. Drs. K.L.Senduk pada perayaan HUT sekolah, namun batal karena bupati berhalangan.

         Untuk dapat menjadi  lancar kegiata hariannya, SMU Kristen "MODEL" Tomohon yang berlaku sejak tahun 1993 sebagai angkatan pertamanya, berlokasi di eks. Asrama SPG Kristen Tomohon, dipercayakan untuk memimpinnya adalah Pdt.Sammy L.Langelo,S.Th. Pada masa Pdt.Langelo, disiplin selalu ditegakkandengan berpegang teguh pada prinsip yang Yesus Kristus ajarkan kepada murid-muridNya (disiplin itu sendiri berasal dari kata Latin disciplina, yang dikembangkan dalam bahasa Inggris disciple dan discipline, dimana disciple artinya murid-murid Tuhan Yesus, dan discipline adalah disiplin).

SMU Kristen Tomohon mendapat bantuan 20 unit komputer dari MPPK lewat Bapak Dr.Agus Tangyong, MA.,MA. bulan Juli 1995 yang kemudian direalisasikan pada tahun 1996. Hal ini menambah jam pelajaran sekolah ini dengan mata pelajaran khusus Komputer, dengan materi pelajaran DOS/WS/Lotus.

       Setelah sekitar satu setengah tahun memegang jabatan Kepala / Pengawas Asrama MODEL (kelas binaan khusus), maka Pdt. S.L.Langelo kemudian diganti oleh Pdt. Ibrahim Senduk Karundeng,S.Th. (setelah pada masa peralihan sebelumnya yang dipegang sementara oleh Pdt. D.M.Mandang, STh. dan berikutnya oleh ibu Dra.Ny.S.Dien-Mamuaja,S.Pd.) Bapak Pdt I.S.Karundeng kesehariannya dibantu oleh dua guru SMU Kristen 1 Tomohon, yaitu Drs. Jaya Pramono dari UKSW Salatiga dan Zeth Mangeber, SPd.

        Pada Tahun Ajaran 1996/1997, setelah sekitar 1,5 tahun memegang jabatan sebagai Kepala Asrama, Pdt.I.S.Karundeng,STh. diganti lagi oleh John Alexander Rondonuwu yang juga merupakan Kepala Tata Usaha SMU Kristen 1 Tomohon sejak tanggal 6 Januari 1975 hingga saat ini (2002). Bapak Rondonuwu akrab dipanggil Kak Jhon karena beliau adalah Kepala Pembina Pramuka (scout) se-Minahasa. 

        Pada bulan Maret 1998, Kak Jhon Rondonuwu diganti oleh Guru Agama SMU Kristen 1 Tomohon yang juga merupakan pembina rohani/bimbingan kerohanian Asrama MODEL SMU Kristen 1 Tomohon yaitu Pdt.Jeffry Kalalo, S.Th

        Pada tahun ajaran 1996/1997, atas usaha dari bapak Kepala Sekolah Drs.BA Kainde, maka diadakan satu set lengkap Drum Band untuk SMU Kristen 1 Tomohon. Atas kepercayaan pihak penyalur kepada Bapak BA. Kainde selaku sebagai Kepala Sekolah, biaya sebesar 27 juta rupiah dapat dilunasi dengan cara mencicil.

Pada akhir Desember 1996 diadakan Kongres Majelis Pusat Pendidikan Kristen (MPPK) Tingkat Nasional di rantepao - Toraja, dimana SMU Kristen 1 Tomohon dan sebuah sekolah SMU Kristen di Rantepao dipilih menjadi pilot project dari MPPK. 

Pada akhir abad XX tahun 1999 -menjelang MILLENIUM III (tahun 2001), SMU Kristen 1 Tomohon telah melepaskan kurang lebih 5800 orang alumnus yang akan dan telah berkarya di daerah maupun di tingkat nasional, bahkan internasional baik di dalam pemerintahan, militer maupun perusahaan swasta serta organisasi lainnya. 

Dalam HUT sekolah tanggal 15 September 1999, Kepsek Drs.B.A.Kainde diganti oleh Kepsek dari SMK Kristen Sonder, bapak Drs.J.TIWA, dan Tahun 2002 yang lalu diganti lagi oleh Bapak John Katuuk asal Kamasi.

Tahun 2001, SMU Kristen 1 Tomohon merayakan Tahun EMAS HUT ke-50, yang dipusatkan di Aula SMU Kristen 1 Tomohon, yang adalah aula sekolah kebanggaan karya dari Bapak Drs.B.A.Kainde.

Sampul belakang buku tulis SMUKrTo terbaru

  Berdasarkan Keputusan Rapat Badan Pekerja Sinode Lengkap ke-15 Tahun 2002 di Jemaat "Torsina" Tumumpa Wilayah Manado Utara III, maka Kelas Binaan Khusus pada SMU Kristen I Tomohon, ditingkatkan/dimekarkan menjadi institusi yang berdiri sendiri menjadi SMU Kristen II Tomohon.
Tahun Pelajaran 2003-2004, SMU Kristen II Tomohon dengan manajemen persekolahan modern yang terfokus pada iklim pembelajaran yang berwawasan keunggulan dan bernuansa Kristiani membuka Pendaftaran Calon Siswa Baru, dengan syarat:

  1. MEMILIKI SURAT TANDA KELULUSAN (STK) DENGAN NILAI RATA-RATA MINIMAL 7, KHUSUS MATA PELAJARAN; MATEMATIKA, IPA dan BAHASA INGGRIS 6,5
  2. LULUS SELEKSI MELIPUTI TES POTENSI AKADEMIK, TES PSIKOLOGI dan KESEHATAN.
  3. BERSEDIA TINGGAL DI ASRAMA.
Pendaftaran berlangsung sampai dengan tanggal 28 Juni 2003 (Kompleks SMU Kristen I Tomohon) selama jam kerja dengan membawa dokumen pendaftaran, sebagai berikut:
1. Akte Kelahiran 3 lembar fotocopy
2. STK SLTP asli, bersama 3 lembar fotocopy
3. Pasfoto 3 lembar, dengan ukuran 3x4 cm
4. Rapor Kelas I, II, III SLTP
 
Mailing List


Top of Page   TOP OF PAGE
 
 
 
 
Frame Situs Site index Daftar Nama per Angkatan Asrama Model Buku Tamu Kirim Surat

Copyright 2003 Bodewyn Talumewo. All rights reserved.