| |
YAYASAN PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN KRISTEN GMIM
SMU KRISTEN 2 (BINSUS) TOMOHON
SEJARAH SINGKAT
SMU KRISTEN 1 TOMOHON
dan
SMU KRISTEN 2 TOMOHON
Lembaga SMU Kristen 1 Tomohon didirikan pada tanggal
15 September 1951 yang pada mulanya berlokasi di Kaaten Tomohon,
yang penyelenggaraannya oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Masehi
Injili di Minahasa (BPS-GMIM) dibawah Dinas Pendidikan dan
Persekolahan GMIM (sekarang Yayasan Pendidikan dan Persekolahan
Kristen-YPPK). Nantinya, pada tahun 1959-1960, pada saat pecah
Pergolakan Permesta di Minahasa - Sulawesi Utara, kegiatan belajar
dan mengajar dipindahkan sementara ke Manado yaitu di Titiwungen
(sekarang lokasi bekas sekolah darurat tersebut menjadi SMU Kristen
El-Fatah Manado). Pada tahun 1961 setelah mengalami perubahan lokasi
dari Kaaten ke Manado, maka SMA Kristen Tomohon berpindah lokasi ke
tempat sekarang ini, yaitu di Kuranga (Talete II) Tomohon, di
belakang kompleks Kantor Sinode GMIM. Oleh pemerintah, dalam hal ini
PDK (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI) merestui SMA Kristen
Tomohon dan SMA Kristen Manado (YPKM). Untuk SMA Kristen Tomohon
(waktu itu masih berstatus swasta penuh), selaku Kepala Sekolah
waktu itu adalah Dra. Fatma Langi (1961-1975).
Sebelumnya, SMA Kristen Tomohon dipimpin oleh alm.Pdt.J.F.
Parengkuan, S.Th. (1951-1960), kemudian Drs. Lengkong dengan
lokasi kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di Kaaten Tomohon.
Terhitung tanggal 1 Agustus 1965, statusnya berubah dari Swasta
Penuh menjadi Swasta Bersubsidi
dengan S.K. Menteri PDK RI No.4112/BS/B11, tertanggal 15 Desember
1966. Dengan adanya peningkatan status sekolah ini maka pemerintah
mulai memberikan bantuan tenaga guru.
Dari masa ke masa, SMA Kristen Tomohon berkembang kapasitas
muridnya. Sampai tahun 1995 saja tercatat ada 726 siswa dengan 17
kelas.
Untuk dapat menampung siswa-siswa sekian banyak tersebut, maka
diambil kebijaksanaan, yaitu: sebagian siswa dalam proses belajar
mengajar (PBM) berlaku dari pagi sampai siang hari, sebagian lagi
berlaku mulai siang hari sampai petang hari. Hal ini berjalan terus
hingga tahun 1993.
Pada tahun 1980, dengan adanya Sidang Raya XI DGI (sekarang PGI-
Persekutuan Gereja di Indonesia) di Bukit Inspirasi Tomohon, maka
GMIM dapat membangun 6 ruang belajar atas bantuan SR-DGI XI
tersebut. Dan pada tahun 1981 orang tua siswa juga sudah dapat
membangun gedung bertingkat dua, yang diperuntukkan bagi ruang
kantor/Tata Usaha, ruang Kepala Sekolah, ruang BP/BK, ruang
Perpustakaan, 2 ruang laboratorium IPA (Biologi/Fisika dan Kimia)
serta 3 ruang belajar. Hal ini dapat terlaksana berkat usaha dan
peran serta orang tua siswa, dermawan/donatur, lembaga terkait,
termasuk juga perhatian pemerintah untuk lembaga pendidikan ini.
Sejak 1976-1993, pimpinan SMA Kristen Tomohon dipercayakan kepada
Bapak J.F.Liuw,B.A. Sebelumnya, beliau adalah tenaga pengajar
SMA Kristen Tomohon sejak tahun 1962. Pada masa J.F.Liuw,B.A. ini,
banyak usaha pengembangan lembaga ini, tahap demi tahap yang
menunjukkan prestasi di Kabupaten Minahasa, se-Sulawesi utara,
bahkan di tingkat Nasional.
Dalam menjalankan purna karya Bapak J.F.Liuw,BA, maka pada tanggal
19 Maret 1993 Kepala Sekolah SMA Kristen Tomohon diserahterimakan
dari bapak J.F.Liuw,BA kepada Bapak Drs. Bernhard Abednego Kainde.
Bapak B.A.Kainde sudah menjadi tenaga pengajar di SMA Kristen
Tomohon sejak tahun 1962 sebagai tenaga pengajar bidang studi Kimia.

Untuk dapat menjadi sekolah teladan, melalui Surat Keputusan Sidang
Badan Pekerja Sinode Lengkap (SBPSL) GMIM ke-71 di Tenga tanggal 30
Maret - 2 April 1993 tentang Program Umum dan ABP GMIM 1993-1994,
Bab I butir c. nomor 6.1.1., SMA Kristen Tomohon dipercayakan dan
dinilai dapat dijadikan SMA Kristen Model
(kelas binaan khusus). Hal ini juga diungkapkan dalam upacara
serah terima Kepala SMA Kristen Tomohon dari Bapak JF Liuw,BA kepada
Bapak Drs.Bernhard A.Kainde.
Dalam permulaan Tahun Ajaran 1993-1994 oleh YPPK-GMIM, memberikan
gedung bekas SMKK Kristen Tomohon yang terletak di samping barat
lokasi SMA Kristen Tomohon, sehingga mulai tahun ajaran yang baru
tersebut, kegiatan belajar dan mengajar seluruhnya diberlakukan
mulai pagi sampai siang hari (yaitu dengan cara menghapus kelas
sore).

Pada tanggal 2 Mei 1994, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
saat itu, yaitu Prof.Dr.Ing.Wardiman Djojonegoro, mencanangkan
"Program Wajib Belajar 9 Tahun", dengan perubahan antara
lain nama SMP (Sekolah Menengah Pertama) diganti SLTP (Sekolah
Lanjutan Tingkat Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas) diganti
menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum). Dengan demikian SMA Kristen 1
Tomohon berubah nama menjadi SMU Kristen 1 Tomohon serta Sistem
Kredit Semester (SKS) dicabut karena sudah tidak efektif lagi dan
diganti menjadi sistem Catur Wulan (CAWU) - empat bulanan.
Untuk menengembangkan sarana olah raga, maka tahun 1993 dibangun
lapangan bola basket di halaman sekolah selama satu setengah tahun
dan menelan biaya sebesar Rp.10.000.000. usaha ini dikerjakan dengan
perataan lapangan sekolah dengan buldozer dan dilanjutkan dengan
usaha kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang
dikoordinasi oleh almarhum Drs.J.A.Palit. Usaha untuk mengumpulkan
dana untuk pembangunan lapangan basket ini dengan mengedarkan kupon
berhadiah kepada seluruh keluarga besar SMA Kristen 1 Tomohon.
Selain itu pula dibangun Gedung Serba Guna sejak
tahun 1994 selama 2,5 tahun, berukuran 30x18 meter dengan masa
penggunaan ditargetkan sekitar 50 tahun. Usaha pembangunan GSG ini
diperkirakan akan menelan biaya sebesar 40 juta rupiah. Manfaat dari
GSG yang terletak di samping barat halaman sekolah dan menghimpit
SMEA/SMK Kristen Tomohon ini, antara lain sebagi tempat seminar/loka
karya, perteuan, rapat-rapat, gedung bengkel kerja untuk melengkapi
kebutuhan demi kelancaran proses belajar dan mengajar. Gedung ini
ditutup oleh atap khusus, dan dirancang dengan disain arsitektur
yang indah dan unik, serta lantainya terbuat dari balok kayu yang
memiliki 'kolong' di bawahnya. Gedung ini nantinya selesai sama
sekali pada tahun 1997. Dan direncanakan untuk diresmikan oleh
Bupati KDH Minahasa, alm. Drs. K.L.Senduk pada perayaan HUT sekolah,
namun batal karena bupati berhalangan.

Untuk dapat menjadi lancar kegiata hariannya, SMU
Kristen "MODEL" Tomohon yang berlaku sejak tahun
1993 sebagai angkatan pertamanya, berlokasi di eks. Asrama SPG
Kristen Tomohon, dipercayakan untuk memimpinnya adalah Pdt.Sammy
L.Langelo,S.Th. Pada masa Pdt.Langelo, disiplin selalu
ditegakkandengan berpegang teguh pada prinsip yang Yesus Kristus
ajarkan kepada murid-muridNya (disiplin
itu sendiri berasal dari kata Latin disciplina,
yang dikembangkan dalam bahasa Inggris disciple
dan discipline, dimana disciple
artinya murid-murid Tuhan Yesus, dan discipline adalah
disiplin).
SMU Kristen Tomohon mendapat bantuan
20 unit komputer dari MPPK lewat Bapak Dr.Agus Tangyong, MA.,MA.
bulan Juli 1995 yang kemudian direalisasikan pada tahun 1996. Hal
ini menambah jam pelajaran sekolah ini dengan mata pelajaran khusus
Komputer, dengan materi pelajaran DOS/WS/Lotus.
Setelah sekitar satu setengah tahun memegang jabatan Kepala /
Pengawas Asrama MODEL (kelas binaan khusus), maka Pdt. S.L.Langelo
kemudian diganti oleh Pdt. Ibrahim Senduk
Karundeng,S.Th. (setelah pada masa peralihan sebelumnya yang
dipegang sementara oleh Pdt. D.M.Mandang, STh.
dan berikutnya oleh ibu Dra.Ny.S.Dien-Mamuaja,S.Pd.)
Bapak Pdt I.S.Karundeng kesehariannya dibantu oleh dua guru SMU
Kristen 1 Tomohon, yaitu Drs. Jaya Pramono dari UKSW Salatiga dan
Zeth Mangeber, SPd.
Pada Tahun Ajaran 1996/1997, setelah sekitar 1,5 tahun memegang
jabatan sebagai Kepala Asrama, Pdt.I.S.Karundeng,STh. diganti lagi
oleh John Alexander Rondonuwu yang juga
merupakan Kepala Tata Usaha SMU Kristen 1 Tomohon sejak tanggal 6
Januari 1975 hingga saat ini (2002). Bapak Rondonuwu akrab dipanggil
Kak Jhon karena beliau adalah Kepala Pembina Pramuka (scout)
se-Minahasa.
Pada bulan Maret 1998, Kak Jhon Rondonuwu diganti oleh Guru Agama
SMU Kristen 1 Tomohon yang juga merupakan pembina rohani/bimbingan
kerohanian Asrama MODEL SMU Kristen 1 Tomohon yaitu Pdt.Jeffry
Kalalo, S.Th.
Pada tahun ajaran 1996/1997, atas usaha dari bapak Kepala Sekolah
Drs.BA Kainde, maka diadakan satu set lengkap Drum
Band untuk SMU Kristen 1 Tomohon. Atas kepercayaan pihak
penyalur kepada Bapak BA. Kainde selaku sebagai Kepala Sekolah,
biaya sebesar 27 juta rupiah dapat dilunasi dengan cara mencicil.

Pada akhir Desember 1996
diadakan Kongres Majelis Pusat Pendidikan Kristen (MPPK) Tingkat
Nasional di rantepao - Toraja, dimana SMU Kristen 1 Tomohon dan
sebuah sekolah SMU Kristen di Rantepao dipilih menjadi pilot
project dari MPPK.
Pada akhir abad XX tahun
1999 -menjelang MILLENIUM III (tahun 2001),
SMU Kristen 1 Tomohon telah melepaskan kurang lebih 5800 orang
alumnus yang akan dan telah berkarya di daerah maupun di tingkat
nasional, bahkan internasional baik di dalam pemerintahan, militer
maupun perusahaan swasta serta organisasi lainnya.
Dalam HUT sekolah
tanggal 15 September 1999, Kepsek Drs.B.A.Kainde diganti oleh Kepsek
dari SMK Kristen Sonder, bapak Drs.J.TIWA, dan Tahun 2002
yang lalu diganti lagi oleh Bapak John Katuuk asal Kamasi.
Tahun 2001, SMU Kristen
1 Tomohon merayakan Tahun EMAS
HUT ke-50, yang dipusatkan di Aula SMU Kristen 1 Tomohon, yang
adalah aula sekolah kebanggaan karya dari Bapak Drs.B.A.Kainde.
 |
|
Sampul
belakang buku tulis SMUKrTo terbaru
|
Berdasarkan Keputusan Rapat Badan Pekerja Sinode Lengkap ke-15 Tahun 2002
di Jemaat "Torsina" Tumumpa Wilayah Manado Utara III,
maka Kelas Binaan Khusus pada SMU Kristen I Tomohon,
ditingkatkan/dimekarkan menjadi institusi yang berdiri sendiri
menjadi SMU Kristen II Tomohon.
Tahun Pelajaran 2003-2004, SMU Kristen II Tomohon dengan
manajemen persekolahan modern yang terfokus pada
iklim pembelajaran yang berwawasan keunggulan
dan bernuansa Kristiani membuka Pendaftaran Calon Siswa Baru,
dengan syarat:
- MEMILIKI SURAT TANDA KELULUSAN (STK) DENGAN NILAI RATA-RATA MINIMAL 7,
KHUSUS MATA PELAJARAN; MATEMATIKA, IPA dan BAHASA INGGRIS 6,5
- LULUS SELEKSI MELIPUTI TES POTENSI AKADEMIK, TES PSIKOLOGI dan KESEHATAN.
- BERSEDIA TINGGAL DI ASRAMA.
Pendaftaran berlangsung sampai dengan tanggal 28 Juni 2003
(Kompleks SMU Kristen I Tomohon) selama jam kerja
dengan membawa dokumen pendaftaran, sebagai berikut:
1. Akte Kelahiran 3 lembar fotocopy
2. STK SLTP asli, bersama 3 lembar fotocopy
3. Pasfoto 3 lembar, dengan ukuran 3x4 cm
4. Rapor Kelas I, II, III SLTP
|
|